
Allah memerintahkan untuk kita patuh dan taat kepada-Nya. Dan Allah SWT juga memerintahkan agar kita jangan tergoda untuk meninggalkan perintah-Nya. Perintah patuh dan taat diiringi dengan godaan, sebab kalau tidak ada godaan, maka taat dan patuh menjadi persoalan biasa. Taat dan patuh yang sejati iaitu apabila ada rayuan dan dorongan untuk berbuat maksiat, tetapi orang tersebut mampu menahan.
Menurut Ibnu Al-Qoyyim dalam bukunya "Syifa' Al-Ghali" menulis, dengan adanya syaitan dan iblis maka manusia berjuang menghadapi musuh Allah SWT dan musuh manusia itu, dengan demikian dapat meraih kedudukan yang lebih tinggi disisi Allah SWT. Dengan adanya iblis dan syaitan, maka manusia memanjatkan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, sehingga sekian keburukan dapat ditepis dan banyak kemaslahatan yang bisa dipetik. Dengan adanya iblis dan setan serta sangsi yang diperolehnya, bertambahnya rasa takut dan pengabdian orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.
Allah SWT menghendaki agar ketaatan dan kepatuhan seseorang timbul karena rasa takut kepada-Nya. Ini adalah ibadah, ibadah hanya untuk Allah SWT, kerana Allah SWT semata, walaupun besar godaan setan kepada kita untuk mengalihkan tujuan ibadah itu. Allah SWT menciptakan syaitan adalah hikmah. Serupa hikmahnya Allah SWT menciptakan kejahatan, maksiat atau mungkar.
Manusia diuji, apakah kuat imannya menolak ajakan dan godaan syaitan. Karenanya manusia diberi alat, sarana dan kemampuan oleh Allah SWT untuk menjahui kejahatan itu. Bila sadar dan mengerti ajakan (dakwah) amar ma'ruf nahi munkar, maka syaitan dan kejahatan tidak akan berhasil memperdaya manusia.
Diedit semula oleh : Sani L.B @ El Bee San
Tiada ulasan:
Catat Ulasan